Apa itu DSLR & Teknik Dasar Foto untuk Pemula
Agen Poker BandarQ Online ituPoker .Taruhan Bola Online
. www.PokeQQ.com www.Agen4d.com
.Texas Poker
Agen DominoQQ Ceme Online ituDewa
www.pokervovo.com .Judi Casino dan Togel Online Indonesia
. Situs Bandar Qiu Terbesar & Jamin Bayar 2015
.ww.bursabet.net
www.pokerkiukiu.com
QQDomino.net Bandar Domino QiuQiu Domino Ceme Poker Online Terpercaya Bandar Judi Casino Online

model dewasa jual lagu karaoke online
www.jadwalfilm.com
bandar taruhan bola
bandarlive
Agen Poker BandarQ Sakong Online Agen Togel Indonesia Online KuponNalo
Halaman 1 dari 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 49

Thread: Apa itu DSLR & Teknik Dasar Foto untuk Pemula

  1. #1

    Apa itu DSLR & Teknik Dasar Foto untuk Pemula

    mencoba berbagi dengan teman-teman disini...
    terutama yang baru memegang kamera dan baru mengenal dunia photography..
    yang mungkin masih bingung tentang istilah-istilah serta setting kamera..
    misalkan apa itu kamera DSLR ?
    shutter speed ?
    aperture ?
    DOF ?
    dll...

    saya mencoba mengumpulkan info-info dari berbagai sumber...
    silahkan bagi temen-temen yg lain bisa menambahkan jg...

    mari kita sama-sama berbagi dan belajar...
  2. # ADS
    Circuit advertisement
    Bergabung
    Always
    Posts
    Many
    BursaBet
     

  3. #2
    Fotografi:
    Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Foto ( Cahaya ) dan Graphia ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar.

    Kamera SLR:
    Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik ( viewfinder ) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.

    banyak yg sering bertanya lebih bagus mana merk C atau merk N atau O..
    bagus tidaknya semua itu tergantung keperluan serta kecocokan kita...
    jadi belom tentu yg bagus untuk si A juga bagus utk si B
  4. #3
    Seperti dibahas terdahulu, fotgrafi berkaitan erat dengan cahaya, maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed ( Kecepatan Rana ) dan Aperture ( Diafragma ).

    Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.

    contoh foto dengan shutter speed cepat
    Attachment 19928

    contoh foto dengan shutter speed lambat
    Attachment 19929
  5. #4
    Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf F dan dengan satuan sebagai berikut:
    f/1.2
    f/1.4
    f/1.8
    f/2.0
    f/2.8
    f/3.5
    f/4.0
    dst...

    Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa ( f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0 ).

    Gambar aperture pada lensa :
    Attachment 19930

    Jadi, korelasi antara shutter speed dan aperture adalah bahwa semakin besar bukaan lensa, maka shutter speed akan semakin cepat, sebaliknya semakin kecil bukaan lensa, maka shutter speed akan semakin melambat.
  6. #5
    Setiap kamera punya istilah masing - masing untuk pengaturan mode. Berikut dijelaskan untuk beberapa tipe kamera saja.

    Contoh pada kamera Nikon D70 :
    Attachment 19931
    Pada kamera Nikon D70 terdapat 11 mode pemotretan:

    M= Full Manual
    Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.

    A= Aperture Priority
    Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.

    S= Shutter Priority
    Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.

    P= Program
    Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.

    Auto
    Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal "jepret" saja.

    Portrait
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.

    Landscape
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.

    Macro
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.

    Moving Object
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.

    Night Landscape
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan pada malam hari.

    Night Portrait
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto portrait malam hari atau cahaya redup.


    Pada kamera Canon 350D :
    Attachment 19932

    Pada kamera Canon 350D terdapat 12 mode pemotretan:

    A-DEP= Automatic Depth of Field
    Pada mode ini, pengaturan fokus foreground dan background diatur secara otomatis oleh kamera sehingga lebih memungkinkan untuk menghasilkan foto yang tajam baik pada foreground maupun background.

    M= Full Manual
    Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.

    Av= Aperture Value Priority
    Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.

    Tv= Time Value Priority
    Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.

    P= Program
    Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.

    Auto
    Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal "jepret" saja.

    Portrait
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.

    Landscape
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.

    Macro
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.

    Moving Object
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.

    Night Scene
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pada malam hari.

    No Flash
    Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun apabila pada mode auto lainnya built in flash akan otomatis pop up apabila cahaya dirasa kurang, pada mode ini built in flash tidak akan menyala sama sekali, sehingga shutter speed dan aperture akan lebih berperan untuk mengimbangi kebutuhan cahaya.
  7. #6
    Pengaturan Cahaya

    Setiap kamera memiliki light meter yang berfungsi mendeteksi intensitas cahaya. Sebelum menekan tombol shutter, apabila menggunakan kamera pada mode manual ada baiknya memperhatikan exposure meter terlebih dahulu.
    Berikut gambar exposure indicator:

    Attachment 19933

    Tampak pada gambar di atas bar yang mengindikasikan exposure. Apabila ingin menghasilkan foto dengan cahaya yang baik, letakan bar pada posisi tengah ( normal exposure ), namun apabila menghasilkan foto yang lebih terang, geser bar ke arah tanda + ( menjadi over exposure ), dan sebaliknya, untuk hasil foto yang lebih gelap geser bar ke arah - ( menjadi under exposure )
  8. #7
    Depth of Field (DOF)

    Depth of field atau sering disingkat menjadi DOF merupakan salah satu teknik fotgrafi yang paling dasar. Setiap foto memiliki kedalaman ( depth ) yang terbagi atas foreground ( depan ) dan background ( belakang ). Fokus pada lensa kamera dapat dikendalikan atau diarahkan pada objek tertentu. Pengendalian Depth of Field berguna untuk membatasi fokus pada foto dan lebih memberi kesan hidup pada foto.

    contoh perbandingan hasil foto pada panjang fokal lensa dan diafragma yang berbeda:

    Attachment 19934
  9. #8
    Freeze

    Setelah memahami DOF yang berkaitan dengan aperture, kali ini akan dijelaskan tentang freeze, dimana sangat berkaitan erat dengan shutter speed. Foto freeze bertujuan untuk mengabadikan suatu moment dengan gerakan cepat sehingga dapat tertangkap oleh kamera sebagai gambar diam, seperti foto tetesan air, ledakan, atau foto ketika orang sedang melompat dan lain sebagainya. Yang paling utama dalam mendapatkan foto freeze adalah mengatur shutter speed secepat mungkin ( misal 1/500 detik, 1/1000 detik, hingga 1/8000 detik ). Karena tuntutan shutter speed yang cepat, maka tentunya cahaya yang dibutuhkan sangat banyak, maka dari itu biasanya foto freeze amatir lebih banyak dilakukan di ruang terbuka pada siang hari dimana cahaya matahari bersinar terang. Bukan tidak mungkin untuk memperoleh foto freeze pada malam hari atau cahaya yang minim, namun peralatan pendukung mutlak diperlukan seperti flash atau bahkan lampu studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula.

    Berikut contoh foto freeze:

    1. Dengan menggunakan Flash
    Attachment 19935

    2. Dengan Available Light
    Attachment 19936
    Last edited by DevilutionZ; 15-02-2013 at 09:16.
  10. #9
    Movement

    Bertentangan dengan foto freeze, foto movement bertujuan memperlihatkan pergerakan objek dengan shutter speed yang rendah, sehingga pergerakan objek dapat tampak pada hasil foto. Shutter speed yang digunakan cenderung rendah agar pergerakan objek dapat terekam ( misal 1/5 detik, 1 detik, dst ), namun yang patut diperhatikan adalah kamera harus tetap dalam posisi statis agar background daripada objek tetap fokus walaupun shutter speed lambat.

    Berikut contoh foto movement:

    Attachment 19937

    Attachment 19938

    Attachment 19939
  11. #10
    Panning

    Mirip dengan metode foto movement, namun dalam foto panning gerakan objek lebih ditampilkan melalui background yang bergerak. Prinsip dasar foto panning sama dengan foto movement, hanya saja pada saat pemotretan, kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak.

    Contoh foto panning:

    Attachment 19940
  12. #11
    BULB

    Foto bulb dapat diperoleh melalui mode manual dengan mengatur shutter speed pada setting paling lambat ( BULB ), dimana shutter akan terus terbuka selama tombol ditekan dan akan menutup kembali pada saat tombol dilepas. Yang patut diperhatikan pada foto bulb adalah posisi kamera yang mutlak harus statis, maka gunakanlah tripod untuk menghasilkan foto bulb.

    Contoh foto bulb pada lalu lintas kota malam hari:

    Attachment 19941

    Contoh foto bulb dengan sumber cahaya yg digerakkan (contoh senter)

    Attachment 19942
  13. #12
    Pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para photographer :

    1. untuk mode manual pada kamera apa saja yg perlu diatur ?

    ==> Untuk atur shutter speed bisa geser dial scroll yang ada di belakang tombol shutter, sementara untuk ubah aperture tekan tombol di sebelah kanan LCD dengan tanda Av+/- lalu tahan sambil geser scroll untuk shutter speed. Inti dari fotgrafi dengan DSLR sebenrnya ga cuma sebates aperture dan shutter speed, walaupun 2 itu yang paling crucial. Selain itu ada ISO speed, di 350D itu klo tidak salah ada ISO 100, 200, 400, 800, 1600 ( not sure ). ISO itu mempengaruhi ketajaman hasil foto, semakin tinggi ISO yang digunakan, bisa berdampak pada noise yang tinggi ( grainy / bintik2 pada area gelap foto ), tapi ISO tinggi berguna untuk foto low light dimana shutter speed dapat ter "dongkrak" sedikit. Kemudian ada WB ( White Balance ). Pada kamera digital, warna diolah oleh image sensor, jadi kadang terjadi pergeseran warna yang biasanya ber efek pada hasil foto, seperti ke kuningan atau kebiruan. Automatic WB pada umumnya sudah cukup baik, tapi klo mau sempurna bisa pakai custom WB atau setting WB sesuai kebutuhan

    2. untuk foto freeze mengapa foto yang dihasilkan gelap?

    ==> Karena cahaya yang ada kurang memadai, sehingga foto menjadi under exposure. Coba untuk naikan ISO agar shutter speed dapat menjadi lebih cepat.

    3. pada foto freeze mengapa masih tampak pergerakan / gambar yang dihasilkan buram?

    ==> Bisa jadi karena shutter speed kurang cepat mengimbangi kecepatan objek, namun apabila buram bisa jadi juga karena fokus lensa tidak tepat jatuh pada objek

    4. pada foto movement mengapa foto menjadi putih dan gambar tidak jelas?

    ==>Cahaya pada saat pengambilan foto surplus, sehingga menjadi over exposure. Untuk mensiasatinya, perkecil bukaan lensa dengan menaikan aperture.

    5. mengapa foto menjadi buram semua?

    ==>Karena kamera mengalami pergerakan pada saat shutter terbuka, sehingga gambar yang dihasilkan menjadi blur. Untuk menghindari hasil yang blur, gunakan tripod atau letakan kamera pada tempat yang statis dan stabil.

    6. utk foto panning mengapa foto buram semua?

    ==> Bisa jadi karena gerakan kamera tidak sesuai dengan gerakan objek. Cobalah percepat shutter speed dan coba untuk mengikuti gerakan objek seketat mungkin.

    7. mengapa foto fokus semua ? tidak ada yg blur nya ?

    ==> Bisa jadi karena shutter speed terlalu cepat dan atau kamera kurang digerakan pada saat pemotretan.
  14. #13
    Pertanyaan-pertanyaan lainnnya :

    1. utk foto bulb, katanya pada saat kita menekan shutter harus dihitung yach lama kita nekan atuu gimana?

    ==> tergantung kamera yang digunakan... Kalau di kamera saya ada counter nya, jadi bisa liat udah berapa detik lamanya. Lamanya tombol shutter ditekan itu relatif, tergantung cahaya yang ada dan ISO yang dipakai. Biasanya sih saya pake metode "try and error" , pertama saya lihat exposure indicator, kira2 pada level shutter speed berapa bisa normal exposure, nah kalau misalnya sampai 30" ( max ) masih under, coba naikan ISO dan coba dulu 1 kali, hasilnya apakah under atau over, berikutnya bisa di kira2 berapa waktu yang cocok. Saran saya sih, kalau mau foto bulb ada baiknya pakai tripod yang stabil trus kalau punya cable release lebih baik

    2. gimana caranya bikin foto yang obyeknya ada di depan cahaya(matahari atau lampu) supaya obyeknya keliatan tanpa eksternal flash?

    ==> Untuk kamera DSLR atau prosumer semi pro, bisa dengan mengatur exposure level. Naikan exposure level agar objek tidak menjadi efek siluet ( backlight ), namun background akan menjadi over exposure. Namun apabila ingin background tetap jelas bisa disisasati dengan mode manual, gunakan setting shutter speed dan aperture untuk normal exposure tanpa flash, namun pada saat pemotretan aktifkan pop up flash ( built in flash ) agar flash dapat melakukan fill in pada objek.

    3. saya mau beli kamera, kira-kira merk apa yang bagus ya ?

    ==> Kalau mau bertanya soal merk kamera, itu jawaban yang sangat relatif. Pada umumnya setiap brand memiliki kelebihan masing2. Tinggal di mana kelebihan yang kita cari dan kita suka. Untuk saya sendiri, saya adalah pengguna canon, tapi juga pake nikon untuk SLR konvensional ( yang masih pake film ).
    Saran dari saya :
    a. Apakah ada teman lain yang bermain DSLR atau SLR?
    Kalau ada, pilih brand yang sama dengan mereka bisa dipertimbangkan, karena nantinya bisa saling pinjam perlengkapan atau tukeran lensa ( ngirit mode on )

    b. Kalau dana mengalir terus, ga terlalu masalah karena nantinya bisa mengikuti perkembangan dengan terus up date perlengkapan, tapi kalau dana terbatas dan ga mengalir terus, ada baiknya memilih body yang biasa saja, tapi pilih lensa yang baik, karena nilai investasi lensa jauh lebih tinggi dan nilai body terus menurun tajam.

    4. metering pada kamera itu gmn ?

    ==> Metering merupakan metode pengukuran intensitas cahaya dari objek foto, sehingga akan mempengaruhi titik berat pengaturan exposure dalam pemotretan. Mode metering yang lazim ditemui adalah sebagai berikut:
    1. Evaluative metering
    Mode metering ini akan menyesuaikan titik berat pengukuran cahaya secara otomatis sesuai dengan suasana pemotretan sehingga mode ini sangat umum digunakan sebagai mode "all round" atau pada segala situasi

    2. Partial metering
    Mode metering ini baik digunakan untuk memperoleh pengukuran cahaya akurat apabila objek foto dikelilingi cahaya yang kuat, seperti ketika hendak mengambil foto objek dengan cahaya kuat di belakangnya. Metode ini bekerja dengan cara menitik beratkan pengukuran cahaya pada 9% bagian tengah dari frame pengambilan foto. Mode ini sangat peka terhadap cahaya, maka apabila menggunakan mode ini dan mengaktifkan self timer, pastikan view finder tertutup dengan eye piece cover ( yang biasanya terletak pada strap original kamera ) agar cahaya tidak masuk dari view finder, karena cahaya yang masuk dapat mengakibatkan kesalahan kalkulasi dan menghasilkan foto yang under exposure.

    3. Center-weighted average metering
    Mode metering ini baik digunakan pada saat akan megambil foto objek dengan cahaya kuat disekitar objek. Pada kamera dengan sensor auto focus ( AF ) 9 titik, apabila menggunakan mode ini maka titik AF yang bekerja hanya 7 titik yang terletak di tengah. Cara kerja dari mode metering ini adalah mengukur terlebih dahulu pencahayaan objek di tengah kemudian menyeimbangkan nya kembali dengan mengukur pencahayaan keseluruhan suasana.
  15. #14
    BANCI LAKBAN
    Bergabung
    Dec 2012
    Lokasi
    pulau dewata
    Posts
    189
    info yang sangat bagus suhu dan materi ini tidak akan pernah putus ditengah jalan, thks atas berbagi infonya
  16. #15
    Korban Banci
    Bergabung
    Dec 2012
    Lokasi
    jakarta
    Posts
    27
    ilmu niiih...ijin nyimak
  17. #16
    wah bagus banget suhu,
  18. #17
    Meneer VOC
    Bergabung
    Sep 2012
    Lokasi
    Surabaya
    Posts
    75
    Jadi agak ngeh dikit mengenai dunia fotografi, soalnya selama ini asal jeprat-jepret aja.. (pake auto) hehehe
  19. #18
    Korban Banci
    Bergabung
    Feb 2012
    Lokasi
    medan
    Posts
    10
    mantap gan info nya
  20. #19
    Korban Banci
    Bergabung
    Jan 2013
    Lokasi
    jakarta
    Posts
    56
    wah keren nice inpo
  21. #20
    BANNED
    Bergabung
    Nov 2012
    Lokasi
    dimana pun berada
    Posts
    159
    ijin menyimak suhu
Halaman 1 dari 3 123 LastLast
Agen Togel Nasional Online

Agen Judi bola Online
Agen Judi Poker Domino 99 Online

Agen Judi bola Online
Judi Poker Domino 99 ituQQ   Agen Judi Togel Online Asli4D   JayaBet