(Obgyn) Amenorea
Agen Poker BandarQ Online ituPoker .Taruhan Bola Online
. www.PokeQQ.com www.Agen4d.com
.
Agen DominoQQ Ceme Online ituDewa
www.pokervovo.com .Judi Casino dan Togel Online Indonesia
. Situs Bandar Qiu Terbesar & Jamin Bayar 2015
.ww.bursabet.net
www.pokerkiukiu.com
QQDomino.net Bandar Domino QiuQiu Domino Ceme Poker Online Terpercaya Bandar Judi Casino Online

model dewasa jual lagu karaoke online
www.jadwalfilm.com
bandar taruhan bola
bandarlive
Agen Poker BandarQ Sakong Online Agen Togel Indonesia Online KuponNalo
Results 1 to 3 of 3

Thread: (Obgyn) Amenorea

  1. #1

    (Obgyn) Amenorea

    AMENOREA


    PENDAHULUAN
    Amenorea dapat terjadi fisiologik (primer), seperti pada prapubertas, hamil, laktasi dan pasca menopause dan amenorea patologik (sekunder).
    Disebut amenorea primer bila tidak pernah datang haid pada gadis sampai dengan umur 16 tahun dengan tanda-tanda seks sekunder atau tidak pernah datang haid pada gadis sampai dengan umur 14,0 tahun tanpa tanda-tanda seks sekunder. Dan amenorea sekunder jika tidak pernah datang haid selama 3 bulan secara berturut-turut pada seorang wanita yang sudah pernah haid sebelumnya.


    A. AMENOREA PRIMER

    Definisi
    Amenorea: Tidak datangnya haid secara spontan dalam masa reproduksi
    Amenorea fisiologi : masa hamil dan laktasi.
    Amenorea primer :
    a. Tidak pernah datang haid pada gadis sampai dengan umur 16 tahun dengan tanda-tanda seks sekunder.
    b. Tidak pernah datang haid pada gadis sampai dengan umur 14,0 tahun tanpa tanda-tanda seks sekunder.
    c. Tidak pernah datang haid pada gadis sampai dengan umur 18 tahun

    Gejala klinis
    Tidak datang haid sampai umur 14-16 tahun
    Tanda seks sekunder bisa ada atau tidak.
    Pada amenorea primer harus dilakukan pemeriksaan sitogenetik (Kariotip)



    Penyebab.
    1. Aplasia uterus dan vagina: Sindroma Sindrom Mayer- Rokitansky-Kustner-Hauser)
    2. Androgen insensitivity dan aplasia uterus : Sindroma Feminisasi Testikuler
    3. Kerusakan sistem enzim adrenal: Sindroma Adrenogenital (AGS)
    4. Hipo/agenesis gonad
    5. Defisiensi GnRH/hipogonadisme: Sindroma Kalmann


    1. SINDROMA MAYER- ROKITANSKY- KUSTNER-HAUSER


    Penyebab:
    Dijumpai aplasia uterus dan vagina.

    Gambaran klinis dan diagnosis:
    Introitus vagina bisa normal, tetapi tidak terbentuk vagina
    Peineriks​rektal teraba uterus yang berbentuk garis.
    Umumnya tidak ada keluhan, biasanya datang berobat karena tidak datang haid
    atau nyeri pada waktu sanggama.
    Pertumbuhan seks sekunder berada dalam batas normal
    Analisa kromosom menunjukkan 46 XX
    Fungsi ovarium biasanya normal dengan SBB bifasik.
    Kelainan ini sering (50%) disertai anomali ginjal dan ureter dan perlu dilakukan pielogram
    Diagnosis banding : Sindroma Feminisasi Testis
    Untuk membantu diagnosis dilakukan pemeriksaan USG atau laparaskopi diagnostik.

    Penanganan :
    Vaginoplasti.
    Konseling: tidak bisa hamil dan vaginoplasti dibuat saat mau menikah


    2. SINDROMA FEMINISASI TESTIKULER
    (ANDROGEN INSENSITIVITY)

    Disebut juga: Pseudohermaproditismus masculinus, atau Androgen insensitivity.

    Penyebab:
    karena jumlah reseptor androgen dalam sitoplasma kurang dengan akibat testosteron tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga testosteron tidak dapat diaktifkan menjadi dihidrotestosteron yang dapat bekerja dalam target organ.

    Gejala dan tanda:
    Penampilan normal, cantik
    Payu dara normal
    Rambut ketiak, pubis tidak ada/sangat sedikit(Hairless women)
    Vagina tidak ada /pendek, introitus vagina normal
    Aplasia uteri
    Testis relatif normal dengan sel-sel Sertoli dan Leydig, tetapi tidak terjadi spermatogenesis (azoospermia)
    Kadang-kadang testis intra abdominal,inguinal atau labial
    Testis juga memproduksi estrogen sehingga wanita ini kelihatan normal
    Kadar testosteron serum tinggi
    Kromosom XY, Barr body negatif

    Penanganan:
    Konseling
    Testis intra abdominal harus diangkat, sebaiknya bila pertumbuhan prepubertas telah selesai
    Segera diberikan subsitusi estrogen setelah pengangkatan testis.






    3. SINDROMA ADRENOGENITAL (AGS)

    Bentuk ini paling sering dari hermafroditismus feminismus

    Penyebab:
    kerusakan sistim enzim suprarenal yang menyebabkan produksi kortisol menurun sehingga pengeluaran ACTH berlebihan dan merangsang suprarenal sehingga supraren menjadi hiperplasia dan membesar sehingga prekusor-prekusor androgen, pregnandiol dan pregnantiol dan hormon tersebut berlebihan
    Gambaran klinis:
    Ditandai dengan pengaruh androgen yang berlebihan berupa virilisasi atau hirsutisme, pembesaran klitoris penutupan yang cepat dari epifisis sehingga orangnya lebih pendek.
    Berbagai bentuk genitalia eksterna bisa terjadi.
    Pemeriksaa kromosom didapatkan kariotip XX, dengan Barr body positip.
    Kadar 17 ketosteroid dalam urin meningkat.

    Penanganan :
    Konseling, pengobatan sedini mungkin, diberikan kortikosteroid jangka panjang untuk menekan sintesis androgen.
    Kalau penanganan tidak berhasil, kemungkinan tumor supraren atau ovarium yang menghasilkan androgen, maka tumor harus diangkat.









    4. HIPO/AGENESIS GONAD

    Gonad : Rudimenter (tanpa folikel)
    Ovarium hanya terdiri dari stroma dan hilus saja sehingga tidak mampu memproduksi estrogen.
    Organ genitalia ekstema dan interna tidak terbentuk
    Bentuk agenesis gonad:

    a. Sindroma Ulrich-Turner
    Rambut pubis dan ketiak sangat sedikit. Tubuh kecil, anomalia pada bagian tubuh tertentu. Jenis ini paling banyak ditemukan.
    Kromosom 45 XO, kadang mosaik (45 XO/46 XX)
    Estrogen tidak ada, alat genitalia tidak terbentuk
    Wanita terlihat pendek, leher pendek, batas rambut pendek (pterigium kolli)

    b. Sindrom Sweyer (Agenesis gonad murni)
    Pertumbuhan tubuh tidak terganggu, tidak ada anomalia
    Kromosom /kariotip normal: 46XX atau 46XY; barr body (+)
    Uterus dan payudara hipoplasia

    d. Sindrom Atipical Turner : sering dengan virilisasi
    Sel-sel hilus memproduksi androgen, sehingga terjadi virilisasi.
    Kromosom mosaik (XO/XY,XO/XY)

    Diagnosis :
    Agenesis gonad
    Diagnosis pasti adalah analisa kromosom
    Anomali ekstragenital tidak spesifik karena anomali juga dijumpai pada Trisomi 17/18h
    Pada kariotip 46 XY dapat terbentuk Seminoma dan Gonadoblastoma yang berpotesi ganas.



    Terapi / Pengobatan:
    Subsitusi hormonal jangka panjang sampai umur 45 tahun.
    Kalau terjadi haid perlu ditambah progesteron.
    Kelainan hormonal sangat jarang. Perlu dilakukan analisa hormonal yaitu FSH, LH, E2 dan Prolaktin
    5. SINDROMA KALLMAN

    Sindroma Kallman terdiri dari gejala hipogonadisme dan gangguan sistem olfaktori(anosmia) yang merupakan kelainan kongenital.

    Penyebab :
    Defisiensi GnRH yang menyebabkan hipogonadisme dan gangguan sistem olfaktori (anosmia)

    Gejala Dan tanda:
    Defisiensi GnRH
    anosmia(gaiigguan periciuman)
    kelainan kongenital lain seperti sumbing,agenesis renal, kelainan jantung, fungsi trombosit abnormal
    gangguan pertumbuhan
    amenorea primer
    kadar FSH,LH, PRL dan estradiol sangat rendah
    Kromosom 46 XX, Borr Body (+)
    Hipoplasia genitalia intema
    Seks sekunder normal

    Terapi
    pemberian pil KB kombinasi
    jika ingin anak berikan GnRH atau FSH saja.
  2. # ADS
    Circuit advertisement
    Bergabung
    Always
    Posts
    Many
    BursaBet
     

  3. #2
    M D V I raymond 01's Avatar
    Bergabung
    Feb 2013
    Lokasi
    Jakarta
    Posts
    910
    Terima kasih sudah posting thread disini, cuma sayang AMONOREA SEKUNDERnya belum dipaparkan.

    Ditunggu karya yg lainnya.

    Cendol sent.
    Kekayaan itu penting tapi sehat jauh lebih penting,
    Tanpa hidup sehat, apalah arti hidup bahagia,
    Tubuh sehat, adalah awal suksesmu.
  4. #3
    Udah gw bikin thread barunya brooo
Agen Togel Nasional Online

Agen Judi bola Online

www.ZenBola.com
Agen Judi Poker Domino 99 Online

Agen Judi bola Online
Judi Poker Domino 99 ituQQ   Agen Judi Togel Online Asli4D