(Obgyn) Amenore Sekunder
Agen Poker BandarQ Online ituPoker .Taruhan Bola Online
. www.PokeQQ.com www.Agen4d.com
.
Agen DominoQQ Ceme Online ituDewa
www.pokervovo.com .Judi Casino dan Togel Online Indonesia
. Situs Bandar Qiu Terbesar & Jamin Bayar 2015
.ww.bursabet.net
www.pokerkiukiu.com
QQDomino.net Bandar Domino QiuQiu Domino Ceme Poker Online Terpercaya Bandar Judi Casino Online

model dewasa jual lagu karaoke online
www.jadwalfilm.com
bandar taruhan bola
bandarlive
Agen Poker BandarQ Sakong Online Agen Togel Indonesia Online KuponNalo
Results 1 to 3 of 3

Thread: (Obgyn) Amenore Sekunder

  1. #1

    (Obgyn) Amenore Sekunder

    AMENOREA SEKUNDER


    I. Definisi
    Disebut amenorea sekunder apabila seorang wanita dalam masa reproduksi yang telah mengalami haid, tidak haid selama 3 bulan berturut-turut.

    II. Penyebab
    Tidak munculnya haid dapat disebabkan oleh kelainan organ-organ maupun fungsi dari organ-organ yang mengatur proses terjadinya siklus haid dan proses pengeluaran haid.
    1. Kelainan hipotalamus- hipofisis (amenorea sentral)
    2. Tumor Hipofisis :Amenorea Galaktorea
    3. Tumor hipofisis lain
    4. Kelainan ovarium (amenorea ovarium)
    5. Menopause prekoks
    6. Sindroma Ovarium Resisten Gonadotropin
    7. Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK)
    8. Hipertrikosis ovarium
    9. Gangguan Ovarium dengan Penyebab Ekstragonad
    10. Kelainan uterus (amenorea uteriner) dan Vagina
    11. Perlengketan endometrium: Sindroma Asherman
    12. Endometrium resisten terhadap hormon
    13. TBC endometrium
    14. Atresia Himenalis


    III. Diagnosis







    AMENOREA SENTRAL

    1. AMENOREA HIPOTALAMIK

    Penyebab
    Penyebab organik
    ➢ Infeksi kraniofaringeal(meningensefalitis), kelainan bawaan (sindroma olfaktofaringeal).
    Penyebab fungsional
    ➢ Paling sering gangguan psikis yang menyebabkan gangguan pengeluaran
    LH-RH, sehingga gonadotropin berkurang
    ➢ Sering terjadi pada wanita dalam penjara, perasaan takut, stres
    ➢ Gangguan makan dan diet yang berlebihan (anoreksia nervosa) dapat menyebabkan gangguan psikis, neurotis dan gangguan organ-organ tertentu
    sehingga terjadi kerusakan/atropi.
    ➢ Gangguan makan yang lain adalah Bulemia ,
    Penyebab obat-obatan
    ➢ Psikofarmaka terutama penotiazin yang menghambat inhibiting faktor sehingga terjadi hiperprolaktinemia dengan atau tanpa galaktorea.

    Penanganan :
    Penyebab organik ditangani sesuai dengan kelainan organic
    Penyebab fungsional: konsultasi dan konseling
    Psikoterapi, pengunaan obat-obat psikofarmaka hanya keadaan yang berat saja, seperti anoreksia nervosa dan bulemia.








    2. AMENOREA HIPOFISIS

    Penyebab
    a. Iskemik/nekrotik hipofisis: Sindroma Sheehan
    b. Adenoma hipofisis: Amenora galaktorea / hiperprolaktinemia.
    c. Penyakit Simmond

    a. Sindroma Sheehan
    Penyebab terbanyak adalah kelainan organik seperti sindroma Sheehan.
    Terjadi karena iskemik/nekrotik adenohipofisis postpartum disebabkan trombosis vena hipofisis.
    Adenohipofisis sangat sensitif dalam kehamilan.
    Gejala baru muncul bila 3/4 adenohipofisis rusak
    Hampir semua hormon yang diproduksi adenohipofisis terganggu, sehingga terjadi amenorea, lemah otot, produksi ASI berkurang, rambut pubis dan ketiak hilang, gangguan libido.
    Penanganan : subsitusi hormon dan pemberian steroid secara siklik

    b. Amenorea Galaktorea
    Hiperprolaktinemia (20 % amenorea sekunder)
    Produksi Prolaktin Inhibiting faktor terhambat produksi prolaktin meningkat hiperprolaktinemia
    Hiperolaktinemia dopamin hipotalamus meningkat produksi FSH dan LH
    Menurun sintesis androgen di suprarenal meningkat hiperandrogenenmia
    Hiperprolaktinemia merangsang produksi ASI galaktorea
    Hiperprolaktinemia dan hiperandrogenemia osteoporosis
    Hiperprolaktinemia gangguan pertumbuhan folikel anovulasi

    Diagnosis:
    PRL > 100 ng/ml amenorea, normal 5-25 ng/ml
    PRL>50 ng/ml mungkin prolaktinoma CT scan/MRI
    Untuk prolaktinoma perlu uji provokasi: TSH, Simetidin,domperidon

    Pengobatan:
    a. Bromokriptin 2,5-5,0 mg/hari selama satu bulan, kemudian periksa PRL
    b. Kadar PRL serum tidak boleh <2 ng/ml


    B. AMENOREA OVARIUM

    Penyebab​
    Aplasia/hipoplasia ovarium
    Menopause prekoks
    Sindroma ovarium resisten gonadotropin
    Hipertekosis ovarium
    Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK)
    1. MENOPAUSE PREKOKS

    Definisi : menopause terjadi sebelum umur 40 tahun

    Penyebab : kelainan pada folikel primordial akibat :

    ▪ bawaan
    ▪ Infeksi
    ▪ pemberian sitostatika
    ▪ gagguan aliran darah ovarium (komplikasi tubektomi)
    ▪ pengangkatan ovarium
    ▪ kelainan imunologik
    ▪ gangguanhipotamus-hipofisis
    ▪ penggunaan obat-obatan

    Diagnosis:
    Estrogen menurun < 30 pg/ml
    FSH riieriingkat 10-20 kali
    LH naik 5-10 kali
    Biopsi ovarium untuk membedakannya dengan sindroma ovarium resiten dimana strukturnya normal dengan folikel primordial yang normal

    Pengobatan :
    Pemeberian E dan P jangka panjang
    Boleh pil KB kombinasi
    Analog GnRH : agonis maupun antagonis

    2. SINDROMA OVARIUM RESISTEN
    Resisten / insensitif / hiposensitif terhadap gonadotropin
    Gejala Klinis dan Diagnosis:
    o Oligomenorea / amenorea
    o FSH rendah <30 mIU/ml
    o Estrogen < 30 pg/ml
    Pengobatan
    o E dan P atau
    o GnRH agonis maupun antagonis

    3. HIPERTEKOSIS OVARIUM

    Gambaran klinis mirip SOPK
    Oligo/amenorea
    Anovulasi persitent
    ovarium membesar tetapi kista folikel tidak ada
    Stroma ovarium penuh kista folikel yang atretik dengan luteinisasi
    Tipe I hipertikosis pada ovarium polikistik
    Tipe II hipertikosis tanpa ovarium polikistik
    Hyperinsulinemia/insulin resiten
    Androgen/testosteron meningkat
    LH rendah

    4. SINDROMA OVARIUM POLIKISTIK (SOPK)

    Definisi:
    SOPK adalah sindroma yang disebabkan oleh gangguan endokrin dalam masa reproduksi yang terdiri dari oligo/amenorea, obesitas dan hiperandrogenia (acne dan hirsutisme) disertai dengan ovarium yang membesar dengan kista lebih dari 10 dengan ukuran 2-8 mm disekitar korteks ovarium.
    Masalah utama SOPK adalah :
    ➢ Gangguan haid sebagai akibat anovulasi.
    ➢ Infertilitas

    Gejala dan tanda :
    Gangguan haid: amenorea atau oligomenorea
    Anovulasi dan infertilitas
    Ovarium : membesar, polikistik, kulit menebal
    Gangguan hormonal: testosterone, LH dan insulin meningkat, diabetes tipe II,
    Kadar insulin dan gula darah meningkat.
    Sensitivitas insulin menurun(resistensi insulin)
    BMI>30
    Sering keguguran
    Obesitas
    Diagnosis:
    Diagnosis SOPK ditegakkan bila dijumpai minimal 1 kriteria mayor dan 2 kriteria minor.
    Kriteria mayor:
    a) Anovulasi
    b) Hiperandrogenemia
    Kriteria minor
    a) Resistensi insulin
    b) hirsutismo
    c) Obesitas
    d) LH/FSH > 2,5
    e) USG: ovarium polikistik
    Terapi:

    1. Penurunan berat badan, dengan diet dan latihan sampai BMI(BB/TB) normal = 20-26 kg/m2 ovulasi meningkat
    2. Pil kontrasepsi berisi cyproterone asetat anti testosteron.
    2. Meningkatkan sensitivitas insulin : metformin 500-850 mg/12 jam selama minimum 2 bulan.
    3. Induksi ovulasi : klomifen sitrat, H1V1G, hCG
    4. Laparaskopi : diathermi ovarium ovulation rate 90 %, pregnancy rate 70
    5. Fertilisasi in vitro
    5. AMENOREA OVARIAL PENYEBAB EKSTRAGONAD

    a. Kelainan Kelenjar Tiroid
    Sering pada hipertiroid
    5-15 % hipotiroid menyebabkan oligo/amenorea
    hipotiroid juga dapat menyebabkan sindroma prahaid, galaktorea, hiperprolaktinemia

    b. Diabetes Mellitus
    Insulin memicu produksi gonadotropin, sintesis hormon seks steroid di
    ovarium
    Kadar insulin rendah menyebabkan gangguan fungsi ovarium dan menyebabkan infertilitas
    c. Trauma Psikis
    Trauma psikis menyebabkan gangguan pengeluaran GnRH dan gangguan haid

    d. Kekurusan
    Penyusutan berat badan yang berlebihan menyebabkan perubahan metabolik dan perubahan hormonal dimana kadar FSH dan estrogen rendah.
    Kadang kadang prolaktin meningkat
    Pemberian GnRH dan klomifen sitrat dapat mengatasi gangguan haid.

    e. Kegemukan
    Berat badan yang berlebihan dapat mengganggu fungsi ovarium
    Aktivitas kelenjar suprarenal berlebihan
    Produksi testosteron dan androstenedion meningkat
    Nisbah estron/estradiol >2,5
    Kadar SHBG serum menurun
    Kadar androgen meningkat menyebabkan atresia folikel.
    Aromatisasi androgen menjadi estrogen meningkat, maka kadar estrogen tinggi
    Estrogen memicu produksi LH dan LH memicu sintesis androgen di ovarium.
    Estrogen tinggi meningkatkan risiko kanker payudara dan endometrium
    Sering dijumpai resistensi insulin, juga pada sindrom ovarium polikistik.
    Pengobatan terbaik menurunkan berat badan


    C. AMENOREA UTERINER

    Penyebab.
    Aplasia uteri
    Sindroma Asherman (perlengketan endometrium)
    Endometrium resisten terhadap hormon
    IV. PEMERIKSA.AN DAN PENGAWASAN
    Pemeriksaan
    1. Anamnesis
    Usia menars
    Gangguan Psikis
    Penyakit-penyakit yang diderita : DM, Lever, tiroid
    Aktivitas fisik yang berlebihan
    Obat-obat yang dimakan
    Frekuensi seksual

    2. Pemeriksaan fisik
    Berat badan,Tinggi badan
    Pertumbuhari payu dara
    Pertumbuhan rambut pubis dan ketiak
    Perut membesar
    Pembesaran klitoris

    3. Pemeriksaan Ginekologik
    Singkirkan kehamilan
    Perneriksaan genitalia eksterna dan interna

    4. Uji progesteron
    Dilakukan setelah selesai pemeriksaan
    Berikan progesteron (MPA, noretisteron atau didrogesteron) 10 niglhari selama 7 hari.
    Perdarahan akan terjadi 3-4 hari setelah obat habis(Uji positif)
    Uji negatif bila tidak terjadi perdarahan.setelah l0 hari obat habis
    Uji P positif berarti
    o Uterus dan endometrium normal
    o Perdarahan terjadi karena efek estrogen(E) terhadap endometrium (proliferasi). Pemberian progesteron (P) menyebabkan sekresi dan P yang menurun menyebabkan terjadinya perdarahan.
    o E diproduksi di folikel, berarti pertumbuhan folikel normal
    o Folikel berkembang karena ada rangsangan FSH dan LH, berarti fungsi hipofisis normal.
    o Hipofisis memproduksi FSH dan LH karena rangsangan GN-RH dari hipotalamus, berarti fungsi hipotalamus normal
    o FSH, LH, Prolaktin (PRL) normal.
    o Diagnosis: wanita ini adalah disregulasi hipotalamus-hipofisis.
    o Penyebab amenorea kemungkinan besar gangguan pada sistim umpan balik
    o Bila FSH dan PRL normal dengan LH yang tinggi kemungkinan besar menderita Sindroma ovarium polikistik (SOPK)
    o Penanganan:
    o Berikan P hari 16-25 selama 3 bulan berturut-turut, kalau siklus haid belum normal lanjutkan pengobatan
    o Seteleh haid normal, tetapi tidak ingin anak perlu kontrasepsi Pil atau IUD
    Uji P negatif, berarti
    o Lakukan uji E+P

    5. Uji Estrogen + Progesteron
    E diberikan selama 21 hari : EE 50 ug; E Valeriat 2 mg; E konjugasi 0,625 mg/hari
    Hari ke 12 - 21 : beri P 5-10 mg/hari :
    Boleh berikan Pil KB
    Uji (E+P) positif bila terjadi perdarahan 3 hari setelah obat habis dan negatif bila tidak terjadi perdarahan.
    Uji E+P positif, berarti:
    o hipoestrogen
    o terjadi gangguan pembentukan E di folikel
    o perlu analisa hormonal FSH, LH, PRL dan pemeriksaan radiologik
    Uji E+P negatif, berarti:
    o Amenorea uteriner
    o Atresia genitalia distal
    o Periksa FSH,LH,PRL4normal(normogonadotrop amenorea)
    o Penyebabnya:
    ❖ Aplasia uteri
    ❖ Sindrom Asherman (perlengketan endometrium)
    ❖ TBC
    ❖ Resisten thd E
    ❖ Atresia himen (sebenarriya bukan amenorea)

    6. Uji HMG
    Berikan HMG (FSH+LH)
    Bila setelah pemberian HMG ;kadar E normal ->HMG(+), berarti folikel
    memproduksi E.Amenorea yang terjadi karena FSH dan LH dari
    hipofisis rendah atau produksi GnRH dari hipotalamus rendah.
    HMG(-) berarti tidak ada folikel dalam ovarium atau folikel tidak
    sensitif terhadap gonadotropin (sindroma ovarium resisten

    7. Uji Klomifen sitrat (clomifen Citrate)
    Untuk menegtahui gangguan di hipotalamus atau di hipofisis
    Beri 100 mg klomifen per hari selama 5-10 hari
    Bila kadar FSH dan LH didalam darah meningkat 2 kali dan kadar E
    minimum
    200pg/ml disebut uji CC(+), berarti hipofisis normal
    Uji CC(-) berarti gangguan hipotalamus

    8. Uji GnRH
    berikan GnRH 25-100 mg intravena
    30 menit kemudian periksa kadar FSH dan LH, jika normal atxu tinggi berarti gangguan ada pada hipotalamus.
    Bila tidak terjadi peningkatan FSH dan LH berarti kelainan pada hipofisis.
    9. Analisa hormon
    a. FSH/LH tinggi, PRL normal : insufiensi ovarium(menopause prekok) biopsi ovarium
    b. FSH/LH sangat rendah: uji HMG
    c. HMG(+) gonadotropin rendah4 hipogonadotrop-hipogonadismus
    d. HMG(-) tidak ada folikel atau sindroma ovarium resisten
    e. FSH/LH normal periksa PRL
    f. PRL>normal (hiperprolaktinemia) tumor prolaktinoma
    g. PRL,FSH dan LH normal(Amenorea normoprolaktin) uji stimulasi dengan CC 100mg/hari 5-7 hari.
    h. Uji CC (+) FSH 200 pg/ml hipofisis normal
    i. Uji CC (-) Uji LH-RH fungsi parsial adenohipofisis



    PENANGANAN

    a. Uji P positif
    Berikan P hari 16-25
    Ulangi 3 siklus berturut-turut
    Jika siklus belum normal lanjutkan lagi
    Jika siklus normal berikan KB

    b. Uji P negatif
    Lakukan uji E+P E (EE 50 ug ; E valerianat 2 mg; E konjugasi 0,625 mg) selama 21 hari dan P 5-10 mg hari 12-25

    c. Uji E+P positif(hipoestrogen)
    Terjadi gangguan pembentukan E di folikel
    Lakukan analisa hormon
    FSH dan LH rendah/normal amenorea hipogonadotrop, penyebabnya insufisiensi hipotalamus hipofisis
    FSH dan LH normal/rendah periksa PRL, PRL tinggi -3 amnorea
    hiperprolaktinemia, perlu rontgen foto sella tursika, kemungkinan tumor(prolaktiona)
    FSH atau LH tinggi amenore hipergonadotrop, penyebabnya insufisiensi
    ovarium, misal menopause prekok, perlu biopsi ovarium.
    FSH dan LH sangat rendah perlu uji HMG

    d. Uji P negatif dan Uji E+P positf
    PRL tinggi berikan bromokriptin
    PRL normal, berikan E-P siklik
    Kelainan hipofisis, picu ovarium dengan hMG+hCG
    Kelainan hipotalamus berikan LH-RH
    e. Uji P dan uji E+P negatif.
    Periksa FSH,LH,PRL serum
    Normal amenorea normogonadotrop, penyebabnya defek
    Endeometrium (apalsia uteri, sindroma Asherman, TBC)






























    .
  2. # ADS
    Circuit advertisement
    Bergabung
    Always
    Posts
    Many
    BursaBet
     

  3. #2
    M D V I raymond 01's Avatar
    Bergabung
    Feb 2013
    Lokasi
    Jakarta
    Posts
    910
    Terima kasih sudah melengkapi post thread terdahulu => (Obgyn) Amenorea
    Kekayaan itu penting tapi sehat jauh lebih penting,
    Tanpa hidup sehat, apalah arti hidup bahagia,
    Tubuh sehat, adalah awal suksesmu.
  4. #3
    Samasama bro 😎😎😎
Agen Togel Nasional Online

Agen Judi bola Online

www.ZenBola.com
Agen Judi Poker Domino 99 Online

Agen Judi bola Online
Judi Poker Domino 99 ituQQ   Agen Judi Togel Online Asli4D